Home Daftar Objek & Tarif Pajak Penghasilan

Kurs Pajak

Negara Mata UangNilai (Rp.)
USDUSD
EUREUR
GBPGBP
AUDAUD
SGDSGD
JPYJPY
KRWKRW
MYRMYR
JPYHKD

Masa Berlaku :

Kep. MenKeu No. :

USD  USD       EUR  EUR      GBP  GBP      AUD  AUD      SGD  SGD      JPY  JPY      MYR  MYR      KRW  KRW     

Chat

Support-1:
Support-2:
Support-3:

External Link

BSC Visitors Counter

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterToday138
mod_vvisit_counterYesterday256
mod_vvisit_counterThis week1254
mod_vvisit_counterLast week1189
mod_vvisit_counterThis month2264
mod_vvisit_counterLast month5946
mod_vvisit_counterAll days580277


Designed by:
DAFTAR OBJEK DAN TARIF PAJAK PENGHASILAN Print E-mail
Friday, 20 August 2010 15:15

DAFTAR OBJEK DAN TARIF PAJAK PENGHASILAN

 

No.

Obyek

Tarif

Dasar Perhitungan

Sifat

I

PPh Pasal 4 ayat (2)

 

 

 

 

1.

Bunga deposito dan tabungan serta diskonto SBI

Dasar Hukum : PP No. 131 Tahun 2000

 

Pengecualian:

a.

Bunga deposito dan tabungan serta diskonto SBI sepanjang jumlah deposito dan tabungan serta SBI tersebut tidak melebihi Rp 7.500.000,00 dan bukan merupakan jumlah yang dipecah-pecah.

b.

Bunga dan diskonto yang diterima atau diperoleh bank yang didirikan di Indonesia atau cabang bank luar negeri di Indonesia.

c.

Bunga deposito dan tabungan serta diskonto SBI yang diterima atau diperoleh Dana Pensiun yang telah disahkan Menteri Keuangan, sepanjang dananya diperoleh dari sumber pendapatan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 29 Undang-Undang Nomor 11 Tahun 1992 Tentang Dana Pensiun.

d.

Bunga tabungan pada bank yang ditunjuk Pemerintah dalam rangka pemilikan rumah sederhana dan sangat sederhada, kapling siap bangun untuk rumah sederhana dan sangat sederhana, atau rumah susun sederhana sepanjang untuk dihuni sendiri.

 

 

 

20% (untuk WPDN & BUT)

20% atau Tarif P3B (untuk WPLN)

Jumlah Bruto Bunga

Final

 

2.

Transaksi Saham Di Bursa Efek

Dasar Hukum :

PP No. 41 Tahun 1994 jo.

 

PP No. 14 Tahun 1997

 

 

 

 

 

 

a.

Bukan Saham Pendiri

0,1% X  Nilai Transaksi

Final

 

 

b.

Saham Pendiri

(0,1% X Nilai Transaksi) + (0,5% X nilai saham pasar saat Penawaran Umum Perdana (IPO))

 

 

3.

Bunga atau Diskonto Obligasi yang Diperdagangkan di Bursa Efek

Dasar Hukum : PP No. 16 TAHUN 2009

 

 

 

Final

 

 

a.

Bunga Obligasi dengan kupon (interest bearing bond)

 

 

 

 

 

1.

WP DN & BUT

15 %

Jumlah bruto bunga sesuai dengan masa kepemilikan obligasi

 

 

 

2.

WP LN selain BUT

20 % atau Tarif berdasarkan P3B

 

 

 

 

 

 

 

 

b.

Diskonto Obligasi dengan kupon

 

 

 

 

 

1.

WP DN & BUT

15 %

Selisih lebih harga jual atau nilai nominal di atas harga perolehan obligasi, tidak termasuk bunga berjalan

 

 

 

2.

WP LN selain BUT

20 % atau Tarif berdasarkan P3B

 

 

 

 

 

 

 

 

c.

Diskonto Obligasi tanpa bunga (zero coupon bond)

 

 

 

 

 

1.

WP DN & BUT

20 %

Selisih lebih harga jual atau nilai nominal di atas harga perolehan obligasi

 

 

 

2.

WP LN selain BUT

20 % atau Tarif berdasarkan P3B

 

 

 

 

 

 

 

 

d.

bunga dan/atau diskonto dari Obligasi yang diterima dan/atau diperoleh Wajib Pajak reksadana yang terdaftar pada Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan

 

 

 

 

 

1.

untuk tahun 2009 sampai dengan tahun 2010

0 %

Jumlah bruto bunga sesuai dengan masa kepemilikan obligasi / Selisih lebih harga jual atau nilai nominal di atas harga perolehan obligasi

 

 

 

2.

untuk tahun 2011 sampai dengan tahun 2013

5 %

 

 

 

3.

untuk tahun 2014 dan seterusnya

15 %

 

 

 

Pengecualian :

a.

Wajib Pajak dana pensiun yang pendirian atau pembentukannya telah disahkan oleh Menteri Keuangan dan memenuhi persyaratan sebagaimana diatur dalam Pasal 4 ayat (3) huruf h Undang-Undang Nomor 7 Tahun 1983 tentang Pajak Penghasilan sebagaimana telah beberapa kali diubah terakhir dengan Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2008 tentang Perubahan Keempat atas Undang-Undang Nomor 7 Tahun 1983 tentang Pajak Penghasilan

b.

Wajib Pajak bank yang didirikan di Indonesia atau cabang bank luar negeri di Indonesia

 

 

 

 

 

 

4.

Hadiah Undian

Dasar Hukum :

PP No. 132 Tahun 2000

 

KEP-395/PJ./2001

 

 

25%

Jumlah Bruto Hadiah Undian

Final

 

5.

Persewaan Tanah dan/atau Bangunan

Dasar Hukum :

PP No. 29 Tahun 1996 jo.

 

 

PP No. 5 Tahun 2002

 

10%

Jumlah Bruto

Final

 

6.

Penghasilan dari Pengalihan Hak atas Tanah dan/atau Bangunan

Dasar Hukum :

PP No. 48 Tahun 1994 jo.

 

PP No. 27 Tahun 1996 jo.

 

PP No. 79 Tahun 1999 jo.

 

PP No. 71 Tahun 2008

 

 

 

 

 

 

 

 

a.

Wajib Pajak yang melakukan transaksi pengalihan hak atas tanah dan/atau bangunan

5%

Jumlah Bruto Nilai Pengalihan

Final

 

 

b.

Wajib Pajak Orang Pribadi yang mengalihkan Hak atas Tanah dan/atau Bangunan yang jumlah bruto nilai pengalihannya kurang dari Rp. 60 jt namun penghasilan lainnya dalam 1 tahun melebihi PTKP.

5%

Jumlah Bruto Nilai Pengalihan

 

 

c.

pengalihan hak atas Rumah Sederhana dan Rumah Susun Sederhana yang dilakukan oleh Wajib Pajak yang usaha pokoknya melakukan pengalihan hak atas tanah dan/atau bangunan

1%

Jumlah Bruto Nilai Pengalihan

 

 

 

 

 

 

 

7.

Usaha Jasa Konstruksi

Dasar Hukum :

PP No. 51 Tahun 2008 jo.

 

 

PP No. 40 Tahun 2009

 

 

 

 

 

 

a.

Jasa Pelaksanaan Konstruksi yang dilakukan oleh Penyedia Jasa yang memiliki kualifikasi usaha kecil

2%

Penghasilan bruto

Final

 

 

b.

Jasa Pelaksanaan Konstruksi yang dilakukan oleh Penyedia Jasa yang tidak memiliki kualifikasi usaha

4%

Penghasilan bruto

 

 

c.

Jasa Pelaksanaan Konstruksi yang dilakukan oleh Penyedia Jasa selain Penyedia Jasa sebagaimana dimaksud dalam huruf a dan huruf b

3%

Penghasilan bruto

 

 

d.

Jasa Perencanaan Konstruksi atau Pengawasan Konstruksi yang dilakukan oleh Penyedia Jasa yang memiliki kualifikasi usaha

4%

Penghasilan bruto

 

 

e.

Jasa Perencanaan Konstruksi atau Pengawasan Konstruksi yang dilakukan oleh Penyedia Jasa yang tidak memiliki kualifikasi usaha

 

6%

Penghasilan bruto

 

8.

Penghasilan perusahaan modal ventura dari transaksi penjualan saham atau pengalihan penyertaan modal pada perusahaan pasangan usahanya

Dasar Hukum : PP No. 4 Tahun 1995

 

Syarat :

a.

merupakan perusahaan kecil, menengah, atau yang melakukan kegiatan dalam sektor-sektor usaha yang ditetapkan oleh Menteri Keuangan; dan

b.

sahamnya tidak diperdagangkan di bursa efek di Indonesia.

 

 

0,1 %

Jumlah Bruto Nilai Transaksi Penjualan/ Pengalihan Penyertaan Modal

Final

II

PPh Pasal 15

Dasar Hukum :

248/KMK.04/1995

 

416/KMK.04/1996

 

417/KMK.04/1996

 

475/KMK.04/1996

 

KEP-667/PJ./2001

 

 

 

 

 

 

1.

Pelayaran Dalam Negeri

1,2%

Peredaran Bruto

Final

 

2.

Penerbangan Dalam Negeri

1,8%

Peredaran Bruto

 

 

3.

Pelayaran dan atau Penerbangan Luar Negeri

2,64%

Peredaran Bruto

Final

 

4.

WP LN yang mempunyai Kantor Perwakilan Dagang di Indonesia

0,44%

Nilai Ekspor Bruto

Final

 

5.

Pihak-pihak yang melakukan kerjasama dalam bentuk Perjanjian Bangunan Guna Serah (Built Operate and Transfer)

5%

Jumlah Bruto dari Nilai Tertinggi antara Nilai Pasar dengan NJOP Bagian Bangunan yang Diserahkan

Final bagi WPOP

 

 

 

 

 

III

PPh Pasal 21

Dasar Hukum :

UU Nomor 36 Tahun 2008

 

 

252/PMK.03/2008

Per-31/PJ/2009 jo.

Per-57/PJ/2009

 

 

 

 

 

 

1.

penghasilan yang diterima atau diperoleh Pegawai tetap

Pasal 17 UU PPh

PKP = PB - (BJ + IP) – PTKP

 

 

2.

penghasilan yang diterima atau diperoleh Penerima pensiun secara teratur (Penerima pensiun berkala) berupa uang pensiun atau penghasilan sejenisnya

Pasal 17 UU PPh

PKP = (PB – BP) - PTKP

 

 

3.

penghasilan pegawai tidak tetap atau tenaga kerja lepas kecuali tenaga ahli, berupa upah harian, upah mingguan, upah satuan, upah borongan atau upah yang

 

 

 

 

 

a.

dibayarkan secara bulanan

Pasal 17 UU PPh

PKP = PB - PTKP

 

 

 

b.

tidak dibayar secara bulanan

 

 

 

 

 

 

-

Apabila penghasilan sehari atau rata-rata penghasilan sehari telah melebihi Rp 150.000 sehari sepanjang penghasilan kumulatif yang diterima dalam 1 (satu) bulan kalender belum melebihi Rp 1.320.000,00

5%

jumlah penghasilan yang melebihi Rp 150.000,00 (seratus lima puluh ribu) sehari

 

 

 

 

-

Apabila telah memperoleh penghasilan kumulatif dalam 1 (satu) bulan kalender melebihi Rp 1.320.000,00 tetapi tidak melebihi Rp 6.000.000

5%

PKP = (PB – IP) – PTKP untuk jumlah hari kerja yang sebenarnya

(PTKP sehari ditetapkan sebesar PTKP setahun sesuai dengan statusnya dibagi dengan 360))

 

 

 

 

-

Apabila telah memperoleh penghasilan kumulatif dalam 1 (satu) bulan kalender melebihi Rp 6.000.000

Pasal 17 UU PPh

PKP = (PB – IP) – PTKP

 

 

4.

imbalan kepada bukan pegawai, antara lain berupa honorarium, komisi, fee, dan imbalan sejenisnya dengan nama dan dalam bentuk apapun sebagai imbalan sehubungan dengan pekerjaan, jasa, dan kegiatan yang dilakukan

 

 

 

 

 

a.

imbalan yang tidak bersifat berkesinambungan

Pasal 17 UU PPh

50% dari jumlah penghasilan bruto

Kumulatif

 

 

b.

imbalan yang bersifat berkesinambungan

 

 

 

 

 

 

-

Memenuhi Ketentuan

Pasal 17 UU PPh

PKP = (50% x PB) – PTKP

Kumulatif

 

 

 

-

Tidak Memenuhi Ketentuan

Pasal 17 UU PPh

50% dari jumlah penghasilan bruto

Kumulatif

 

 

 

Ketentuan PER - 31/PJ/2009 Pasal 13 ayat (1):

yang bersangkutan telah mempunyai Nomor Pokok Wajib Pajak dan hanya memperoleh penghasilan dari hubungan kerja dengan Pemotong PPh Pasal 21 dan/atau PPh Pasal 26 serta tidak memperoleh penghasilan lainnya

 

 

 

 

5.

tenaga ahli yang melakukan pekerjaan bebas dan bertindak untuk dan atas namanya sendiri

Pasal 17 UU PPh

50% dari jumlah penghasilan bruto

 

 

6.

imbalan kepada peserta kegiatan, antara lain berupa uang saku, uang representasi, uang rapat, honorarium, hadiah atau penghargaan dengan nama dan dalam bentuk apapun, dan imbalan sejenis dengan nama apapun

Pasal 17 UU PPh

PB

Kumulatif

 

7.

honorarium atau imbalan yang bersifat tidak teratur yang diterima atau diperoleh anggota dewan komisaris atau dewan pengawas yang tidak merangkap sebagai pegawai tetap pada perusahaan yang sama

Pasal 17 UU PPh

PB

Kumulatif

 

8.

jasa produksi , tantiem, gratifikasi, bonus atau imbalan lain yang bersifat tidak teratur yang diterima atau diperoleh mantan pegawai

Pasal 17 UU PPh

PB

Kumulatif

 

9.

penarikan dana pensiun oleh peserta program pensiun yang masih berstatus sebagai pegawai, dari dana pensiun yang pendiriannya telah disahkan oleh Menteri Keuangan

Pasal 17 UU PPh

PB

Kumulatif

 

10.

Honorarium yang dananya dari keuangan negara/ daerah yang diterima oleh Pejabat Negara, PNS, Anggota TNI/ POLRI kecuali PNS Gol. II/d kebawah atau Anggota POLRI dengan Pangkat Pembantu Letnan Satu atau Ajun Inspektur Tingkat Satu ke bawah

15%

PB

Final

 

11.

Uang Tebusan Pensiun, Uang THT atau JHT, Uang Pesangon yang diterima Pegawai atau Mantan Pegawai, kecuali tidak lebih dari Rp. 25 juta

 

 

 

 

 

a.

Rp. 25 juta s.d. Rp. 50 juta

5%

PB

Final

 

 

b.

> Rp. 50 juta s.d. Rp. 100 juta

10%

PB

Final

 

 

c.

> Rp. 100 juta s.d. Rp. 200 juta

15%

PB

Final

 

 

d.

> Rp. 200 juta

25%

PB

Final

 

12.

Penghasilan dari pekerjaan, jasa, dan kegiatan yang diterima oleh Tenaga Asing (Expatriate) yang telah berstatus sebagai WPDN

Pasal 17 UU PPh

PKP= (PB - (BJ + BP) - PTKP

 

 

13.

Penghasilan dari pekerjaan yang diterima oleh Tenaga Asing (Expatriate) yang bekerja pada Perusahaan Pengeboran Migas :

 

 

 

 

 

a.

General Manager

Pasal 17 UU PPh

US$ 11.275 per bulan

 

 

 

b.

Manager

Pasal 17 UU PPh

US$ 9.350 per bulan

 

 

 

c.

Supervisor/ Tool Pusher

Pasal 17 UU PPh

US$ 5.830 per bulan

 

 

 

d.

Assisten Supervisor/ Tool Pusher

Pasal 17 UU PPh

US$ 4.510 per bulan

 

 

 

e.

Crew Lainnya

 

Pasal 17 UU PPh

 

US$ 3.245 per bulan

 

 

 

Catatan :

Bagi Penerima Penghasilan yang Dipotong PPh Pasal 21 yang tidak memiliki Nomor Pokok Wajib Pajak, dikenakan pemotongan PPh Pasal 21 dengan tarif lebih tinggi 20% (dua puluh persen) daripada tarif yang diterapkan terhadap Wajib Pajak yang memiliki Nomor Pokok Wajib Pajak

 

Ket :

PKP

:

Penghasilan Kena Pajak

PB

:

Penghasilan Bruto

BJ

:

Biaya Jabatan

IP

:

Iuran Pensiun

BP

:

Biaya Pensiun

 

 

 

 

 

 

 

 

 

IV

PPh Pasal 22

Dasar Hukum :

UU Nomor 36 Tahun 2008

 

 

254/KMK.03/2001 Jo

392/KMK.03/2001 Jo

236/KMK.03/2003 Jo

154/PMK.03/2007 Jo

08/PMK.03/2008 Jo

210/PMK.03/2008

 

 

 

 

 

 

1.

Pembelian Barang oleh Bendaharawan dan BUMN/BUMD

1,5%

Harga Pembelian

 

 

2.

Impor Barang :

 

 

 

 

 

a.

Importir mempunyai API

2,5%

Nilai Impor

 

 

 

b.

Importir tidak mempunyai API

7,5%

Nilai Impor

 

 

 

c.

Yang tidak Dikuasai

7,5%

Harga Jual Lelang

 

 

3.

impor kedelai, gandum, dan tepung terigu oleh importir yang menggunakan API

0,5%

Nilai Impor

 

 

4.

Industri Semen

0,25%

DPP PPN

 

 

5.

Industri Rokok (SE - 7/PJ.03/2008)

Pasal 17 UU PPh

Harga Bandrol

 

 

6.

Industri Kertas

0,1%

DPP PPN

 

 

7.

Industri Baja

0,3%

DPP PPN

 

 

8.

Industri Otomotif

0,45%

DPP PPN

 

 

9.

Bahan Bakar Minyak dan Gas

SPBU

Swastanisasi

Pertamina

 

 

 

 

 

a.

Premium

0,3%

0,25%

 

Penjualan

-     Swastanisasi=

Final

 

 

b.

Solar

0,3%

0,25%

 

Penjualan

 

 

c.

Premix/Super TT

0,3%

0,25%

 

Penjualan

-     Pertamina =

Tidak Final

 

 

d.

Minyak Tanah

 

0,3%

 

Penjualan

 

 

e.

Gas/LPG

 

0,3%

 

Penjualan

 

 

 

f.

Pelumas

 

0,3%

 

Penjualan

 

 

9.

Pembelian bahan-bahan berupa hasil perhutanan, perkebunan, pertanian, dan perikanan untuk keperluan industri dan ekspor dari pedagang pengumpul

0,5%

Harga Pembelian

(tidak termasuk PPN)

 

 

 

 

 

 

V

PPh Pasal 23

Dasar Hukum :

UU Nomor 36 Tahun 2008

 

 

244/PMK.03/2008

 

 

 

 

 

 

1.

Dividen

15%

Jumlah Bruto

 

 

2.

Bunga

15%

Jumlah Bruto

 

 

3.

Royalti

15%

Jumlah Bruto

 

 

4.

hadiah, penghargaan, bonus, dan sejenisnya selain yang telah dipotong PPh Pasal 21

15%

Jumlah Bruto

 

 

5.

Sewa dan penghasilan lain sehubungan dengan penggunaan harta, kecuali sewa dan penghasilan lain sehubungan dengan penggunaan harta yang telah dikenai PPh Final pasal 4 (2)

2%

Jumlah Bruto tidak termasuk PPN

 

 

6.

Imbalan sehubungan dengan jasa teknik, jasa manajemen, jasa konstruksi, jasa konsultan, dan jasa lain selain jasa yang telah dipotong PPh Pasal 21

2%

Jumlah Bruto tidak termasuk PPN

 

 

7.

Jasa lain selain jasa yang telah dipotong PPh Pasal 21, yang terdiri dari :

a.

Jasa penilai (appraisal)

b.

Jasa aktuaris

c.

Jasa akuntansi, pembukuan, dan atestasi laporan keuangan

d.

Jasa perancang (design)

e.

Jasa pengeboran (drilling) di bidang penambangan minyak dan gas bumi (migas), kecuali yang dilakukan oleh bentuk usaha tetap

f.

Jasa penunjang di bidang penambangan migas, berupa :

1)

jasa penyemenan dasar (primary cementing) yaitu penempatan bubur semen secara tepat diantara pipa selubung dan lubung sumur

2)

jasa penyemenan perbaikan (remedial cementing), yaitu penempatan bubur semen untuk maksud-maksud :

a) penyumbatan kembali formasi yang sudah kosong;

b) penyumbatan kembali zona yang berproduksi air;

c) perbaikan dari penyemenan dasar yang gagal;

d) penutupan sumur;

3)

jasa pengontrolan pasir (sand control), yaitu jasa yang menjamin bahwa bagian-bagian formasi yang tidak terkonsolidasi tidak akan ikut terproduksi ke dalam rangkaian pipa produksi dan menghilangkan kemungkinan tersumbatnya pipa

4)

jasa pengasaman (matrix acidizing), yaitu pekerjaan untuk memperbesar daya tembus formasi yang menaikan produktivitas dengan jalan menghilangkan material penyumbat yang tidak diinginkan

5)

jasa peretakan hidrolika (hydraulic), yaitu pekerjaan yang dilakukan dalam hal cara pengasaman tidak cocok, misalnya perawatan pada formasi yang mempunyai daya tembus sangat kecil

6)

jasa nitrogen dan gulungan pipa (nitrogen dan coil tubing), yaitu jasa yang dikerjakan untuk menghilangkan cairan buatan yang berada dalam sumur baru yang telah selesai, sehingga aliran yang terjadi sesuai dengan tekanan asli formasi dan kemudian menjadi besar sebagai akibat dari gas nitrogen yang telah dipompakan ke dalam cairan buatan dalam sumur

7)

jasa uji kandung lapisan (drill stem testing), penyelesaian sementara suatu sumur baru agar dapat mengevaluasi kemampuan berproduksi

8)

jasa reparasi pompa reda (reda repair)

9)

jasa pemasangan instalasi dan perawatan

10)

jasa penggantian peralatan/material

11)

jasa mud logging, yaitu memasukkan lumpur ke dalam sumur

12)

jasa mud engineering

13)

jasa well logging & perforating

14)

jasa stimulasi dan secondary decovery

15)

jasa well testing & wire line service

16)

jasa alat kontrol navigasi lepas pantai yang berkaitan dengan drilling

17)

jasa pemeliharaan untuk pekerjaan drilling

18)

jasa mobilisasi dan demobilisasi anjungan drilling

19)

jasa lainnya yang sejenisnya di bidang pengeboran migas

 

g.

Jasa penambangan dan jasa penunjang di bidang penambangan selain migas :

1)

jasa pengeboran

2)

jasa penebasan

3)

jasa pengupasan dan pengeboran

4)

jasa penambangan

5)

jasa pengangkutan/ sistem transportasi, kecuali jasa angkutan umum

6)

jasa pengolahan bahan galian

7)

jasa reklamasi tambang

8)

jasa pelaksanaan mekanikal, elektrikal, manufaktur, fabrikasi dan penggalian/pemindahan tanah

9)

jasa lainnya yang sejenis di bidang pertambangan umum

 

h.

Jasa penunjang di bidang penerbangan dan bandar udara:

1)

bidang aeronautika, termasuk :

 

a)

jasa pendaratan, penempatan, penyimpanan pesawat udara dan jasa lain sehubungan dengan pendaratan pesawat udara

 

b)

jasa penggunaan jembatan pintu (avio bridge)

 

c)

jasa pelayanan penerbangan

 

d)

jasa ground handling, yaitu pengurusan seluruh atau sebagian dari proses pelayanan penumpang dan bagasinya serta kargo, yang diangkut dengan pesawat, udara baik yang berangkat maupun yang datang, selama pesawat udara di darat

 

e)

jasa penunjang lain di bidang aeronautika

2)

bidang non-aeronatika, termasuk :

 

a)

jasa catering di pesawat dan jasa pembersihan pantry pesawat;

 

b)

jasa penunjang lain di bidang non-aeronautika

 

i.

Jasa penebangan hutan

j.

Jasa pengolahan limbah

k.

Jasa penyedia tenaga kerja (outsourcing services)

l.

Jasa perantara dan/atau keagenan

m.

Jasa di bidang perdagangan surat-surat berharga, kecuali yang dilakukan oleh Bursa Efek, KSEI dan KPEI

n.

Jasa custodian/penyimpanan/penitipan, kecuali yang dilakukan oleh KSEI

o.

Jasa pengisian suara (dubbing) dan/atau sulih suara

p.

Jasa mixing film

q.

Jasa sehubungan dengan software komputer, termasuk perawatan, pemeliharaan dan perbaikan

r.

Jasa instalasi/pemasangan mesin, peralatan, listrik, telepon, air, gas, AC, dan/atau TV kabel, selain yang dilakukan oleh Wajib Pajak yang ruang lingkupnya di bidang konstruksi dan mempunyai izin dan/atau sertifikasi sebagai pengusaha konstruksi

s.

Jasa perawatan/perbaikan/pemeliharaan mesin, perawatan, listrik, telepon, air, gas, AC, TV Kable, alat transportasi/kendaraan dan/atau bangunan selain yang dilakukan oleh Wajib Pajak yang ruang lingkupnya di bidang konstruksi dan mempunyai izin dan/atau sertifikasi sebagai pengusaha konstruksi

t.

Jasa maklon; yaitu jasa pemberian jasa dalam rangka proses penyelesaian suatu barang tertentu yang proses pengerjaannya dilakukan oleh pihak pemberi jasa (disubkontrakkan), yang spesifikasi, bahan baku dan atau barang setengah jadi dan atau bahan penolong/pembantu yang akan diproses sebagian atau seluruhnya disediakan oleh pengguna jasa, dan kepemilikan atas barang jadi berada pada pengguna jasa

u.

Jasa penyelidikan dan keamanan

v.

Jasa penyelenggara kegiatan atau event organizer; yaitu kegiatan usaha yang dilakukan oleh pengusaha jasa penyelenggara kegiatan meliputi antara lain penyelenggaraan pameran, konvensi, pagelaran musik, pesta, seminar, peluncuran produk, konferensi pers, dan kegiatan lain yang memanfaatkan jasa penyelenggara kegiatan

w.

Jasa pengepakan

x.

Jasa penyediaan tempat dan / atau waktu dalam media masa, media luar ruang atau media lain untuk penyampaian informasi

y.

Jasa pembasmian hama

z.

Jasa kebersihan atau cleaning service

aa.

Jasa catering atau tata boga

 

 

2%

Jumlah Bruto tidak termasuk PPN

 

 

Catatan :
Dalam hal penerima imbalan sehubungan dengan jasa sebagaimana dimaksud di atas tidak memiliki Nomor Pokok Wajib Pajak, besarnya tarif pemotongan adalah lebih tinggi 100% (seratus persen) daripada tarif sebagaimana dimaksud di atas

 

 

 

 

 

 

 

 

VI

PPh Pasal 26

Dasar Hukum :

UU Nomor 36 Tahun 2008

 

624/KMK.04/1994

SE - 25/PJ.4/1995

 

 

 

 

 

 

1.

Dividen

20% atau Tarif P3B

Jumlah Bruto

Final

 

2.

Bunga termasuk premium, diskonto, dan imbalan sehubungan dengan jaminan pengembalian utang

20% atau Tarif P3B

Jumlah Bruto

Final

 

3.

Royalti, Sewa, dan Penghasilan lain sehubungan dengan penggunaan harta

20% atau Tarif P3B

Jumlah Bruto

Final

 

4.

Imbalan sehubungan dengan jasa, pekerjaan, dan kegiatan

20% atau Tarif P3B

Jumlah Bruto

Final

 

5.

Hadiah dan Penghargaan

20% atau Tarif P3B

Jumlah Bruto

Final

 

6.

Pensiunan dan Pembayaran berkala lainnya

20% atau Tarif P3B

Jumlah Bruto

Final

 

7.

premi swap dan transaksi lindung nilai lainnya

20% atau Tarif P3B

Jumlah Bruto

Final

 

8.

keuntungan karena pembebasan utang

20% atau Tarif P3B

Jumlah Bruto

Final

 

9.

Penghasilan dari penjualan atau pengalihan harta di Indonesia, kecuali yang diatur dalam Pasal 4 ayat (2) UU PPh yang diterima WP LN selain BUT di Indonesia

20% x Perkiraan Phs Neto atau Tarif P3B

Harga Jual

Final

 

10.

Premi asuransi, termasuk Premi Reasuransi

 

 

 

 

 

a.

Dibayarkan tertanggung kepada Perusahaan Asuransi di LN, baik secara langsung maupun melalui pialang

20% x 50% atau 10% atau Tarif P3B

Premi yang Dibayar

Final

 

 

b.

Dibayarkan Perusahaan Asuransi di Indonesia kepada Perusahaan Asuransi di LN, baik secara langsung maupun melalui pialang

20% x 10% atau 2% atau Tarif P3B

Premi yang Dibayar

Final

 

 

c.

Dibayarkan Perusahaan Reasuransi di Indonesia kepada Perusahaan Asuransi di LN, baik secara langsung maupun melalui pialang

20% x 5% atau 1% atau Tarif P3B

Premi yang Dibayar

Final

 

11.

Penghasilan dari penjualan atau pengalihan saham sebagaimana dimaksud dalam Pasal 18 ayat (3c) UU PPh

20% x Perkiraan Phs Neto atau Tarif P3B

Harga Jual

Final

 

12.

Penghasilan BUT, kecuali ditanamkan kembali di Indonesia

20% atau Tarif P3B

Penghasilan Kena Pajak – PPh BUT di Indonesia

Final

 
JoomlaWatch 1.2.12 - Joomla Monitor and Live Stats by Matej Koval

 

Article - Konsultan Pajak, Semarang | indonesia tax consulting - Konsultan Pajak, Semarang | indonesia tax consulting Konsultan pajak terdaftar di indonesia :: Berpengalaman menangani aspek perpajakan, system pelaporan pembukuan, BSC TAX AND MANAGEMENT CONSULTANTS kini hadir memberi warna baru sebagai konsultan pajak yang handal dan terpercaya. Dipenuhi tenaga muda dan profesional, BSC TAX AND MANAGEMENT CONSULTANTS siap memberikan pelayanan yang terbaik bagi kebutuhan bisnis anda.      Pelayanan Pajak Itu Baik Ya...      Kewajiban Pajak Sebagai Perwujudan Filsafat Nilai      Menghindari Tembak di Atas Kuda      Menangkal Kecurangan Transfer Pricing      Workshop Perpajakan "Kupas Tuntas PPN dan PPH"     
Joomla Templates and Joomla Extensions by JoomlaVision.Com
  • Peraturan Terbaru

  • Berita