Home

Kurs Pajak

# Mata Uang Nilai (Rp.) Persen
USD USD 13,537.00 -0.05 %
EUR EUR 15,740.55 -0.05 %
GBPGBP17,799.26 -0.03 %
AUDAUD10,372.05 -0.13 %
SGDSGD9,943.59 0.04 %
JPYJPY11,905.47 0.32 %
KRWKRW12.13 0.00 %
JPYHKD1,735.20 -0.05 %

* Note: u/ JPY=nilai Rp/100Yen

Nomor SK : KMK Nomor 45/KM.10/2017

Tanggal SK : 14 November 2017

Masa Berlaku :
15 November 2017 - 21 November 2017

USD  USD 13,537.00 -0.05 %       EUR  EUR 15,740.55 -0.05 %      GBP  GBP 17,799.26 -0.03 %      AUD  AUD 10,372.05 -0.13 %      SGD  SGD 9,943.59 0.04 %      JPY  JPY 11,905.47 0.32 %      KRW  KRW 12.13 0.00 %     

External Link

BSC Visitors Counter

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterToday1697
mod_vvisit_counterYesterday6136
mod_vvisit_counterThis week1697
mod_vvisit_counterLast week34674
mod_vvisit_counterThis month65426
mod_vvisit_counterLast month110908
mod_vvisit_counterAll days5764690


Designed by:
Harapkan Penerimaan Pajak Dekati Target Print E-mail

Jakarta– Ditjen Pajak mencatat hingga 31 Oktober 2010 telah berhasil mengumpulkan penerimaan pajak termasuk penerimaan PPh Migas sebesar Rp 485,089 triliun, atau 73,3 persen dibandingkan target APBN-P 2010 yang sebesar Rp 661,498 triliun.

Direktur Penyuluhan Pelayanan dan Humas Ditjen Pajak M Iqbal Alamsjah mengatakan jajaran Ditjen Pajak akan berusaha keras untuk mencapai target penerimaan pajak hingga akhir tahun ini. “Kami optimistis realisasi penerimaan pajak 2010 akan mencapai target 100 persen, sebab pada dua bulan terakhir ini akan banyak masuk penerimaan dari sektor bendahara,” kata dia di Jakarta, Kamis (11/11).

Menurutnya, dengan pencapaian 73,3 persen tersebut, dapat dikatakan bahwa telah terjadi pertumbuhan penerimaan Ditjen Pajak sebesar 13,39 persen dibandingkan pada 2009 pada periode yang sama. Pada 2009, penerimaan Ditjen Pajak dalam kurun waktu yang sama hanya berhasil mengumpulkan pajak sebesar Rp 427,820 triliun.

 
Mengurangi risiko dengan antisipasi matang Print E-mail

JAKARTA. Punya banyak uang, bisa foya-foya, tua bahagia, dan mati masuk surga. Barangkali, ini cita-cita kebanyakan orang. Namun, manusia memang hanya bisa berharap dan merencanakan. Hasilnya belum tentu sesuai harapan.

Begitu juga dalam perencanaan keuangan. Meski hasilnya belum tentu sesuai dengan harapan, kita bisa mengantisipasi kemungkinan munculnya risiko. "Antisipasi dengan mengelola risiko," tandas Prita Hapsari Gozie, Kepala Perencana Keuangan ZAP Finance. Mengelola risiko bertujuan mencegah atau meminimalkan terjadinya kerugian dalam rencana keuangan.

Ada empat risiko dalam perencanaan keuangan: yakni risiko kehilangan penghasilan, risiko pasar, risiko kredit, serta risiko kesehatan. Risiko pasar terjadi ketika nilai aset lancar berkurang karena terpengaruh kondisi harga di pasar. Risiko kredit berupa kemungkinan gagal bayar atas obligasi atau utang yang kita miliki. Risiko kesehatan terjadi lantaran biaya kesehatan yang tinggi.

Menurut Ligwina Poerwo Hananto, Chief Executive Officer Quantum Magna Financial, upaya mengantisipasi risiko tak berarti harus membeli produk asuransi. Kita bisa melakukannya melalui tindakan pencegahan, mengurangi, membagi, atau mengalihkan risiko. "Agar terhindar dari risiko kerusakan mobil, Anda bisa menggunakan angkutan umum atau hati-hati berkendara," ujar Wina, panggilan karib Ligwina.

Last Updated on Thursday, 11 November 2010 08:07
 
Tarif Pajak Impor ppn & pph22 Print E-mail

Kalo mau tahu peraturan dan undang-2 berkaitan dengan impor, akses aja www.beacukai.go.id. Search aja UU No.17 tahun 2006, BTBMI 2007, dan P-05/BC/2006

Pertama harus ada Invoice pembelian barang yang menyebutkan value dari barang (kalau tidak ada bisa dimainin Bea Cukai, bisa dinaikin seenak udel mereka). Ini adalah sebagai dasar penentuan Nilai Pabean, dimana sesuai UU No.17 tahun 2006 yang menyebutkan Nilai Pabean adalah Nilai Transaksi barang yang bersangkutan.

Kedua, dilihat di tabel BTBMI 2007 apakah jenis barang yang akan dikirim ke Indonesia masuk dalam kategori barang yang dikenakan Bea Masuk nggak.. Kalo kena berapa persen (lihat di tabel BTBMI). Kalo 0% ya = Nilai Pabean x 0% = 0.

Ketiga, menurut peraturan P-05/BC/2006 pasal 6 menyebutkan :

 
Metode QQ Pada Faktur Pajak dihapus Print E-mail

Tanggal 29 Agustus yang lalu, Dirjen pajak telah menerbitkan SE-47/PJ./2008 Tentang Pencabutan Surat Edaran dan Surat Penegasan Tentang Penggunaan Metode QQ Pada Faktur Pajak Standart.

Dalam ‘pengantar’ SE tersebut disebutkan bahwa  Dalam rangka mendukung terciptanya ‘Good Governance’ , sehingga prinsip keadilan dan kepastian hukum peraturan perpajakan perlu dikedepankan. Untuk itu dipandang perlu menata ulang ‘ruling’ dan penafsiran terhadap peraturan perpajakan yang berpotensi menimbulkan distorsi dalam pelaksanaan pelaksanaan prinsip-prinsip hukum yang baik.

Membaca paragrap pembuka dalam SE tersebut, rasanya kita semua sangat setuju sekali (duhh.. inget ujian SD, Setuju, tidak setuju hihihi) dan mendukung upaya Dirjen Pajak agar  Prinsip keadilan dan kepastian hukum dalam peraturan perpajakan selalu dikedepankan agar tercipta “Good Governance” .  Dengan adanya prinsip keadilan dan kepastian hukum, tentu akan lebih mudah bagi kita, wajib pajak, menjalankan hak dan kewajiban perpajakannya. Hmmm.. tapi kapan yah bisa tercipta kondisi seperti ini…. rasanya seperti mimpi :D (eitt.. sorry saya jadi ngomentarin ‘kata pengantarnya’).

 
Pajak Usaha Furniture Print E-mail

Jakarta - Saya adalah pengusaha mebel skala kecil menengah dengan omset penjualan sekitar Rp 1 miliar per tahun. Saya menyampaikan PPh setiap tahunnya berdasarkan perhitungan laba rugi dan ketemu hitungan plus minus 4% dari laba.

Namun oleh petugas pajak saya dikenai dengan hitungan berdasarkan benchmark usaha furniture yang nilainya 9% dari Laba. Apakah memang penghitungan PPh harus berdasarkan benchmark yang besarnya berlainan setiap jenis usaha. Mohon penjelasan.

Last Updated on Monday, 01 November 2010 12:38
 
<< Start < Prev 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Next > End >>

Page 7 of 10
JoomlaWatch 1.2.12 - Joomla Monitor and Live Stats by Matej KovalArticle - Konsultan Pajak Semarang - Konsultan Pajak Semarang Konsultan pajak terdaftar di indonesia :: BSC TAX AND MANAGEMENT CONSULTANTS kini hadir memberi warna baru sebagai konsultan pajak yang handal dan terpercaya. Dipenuhi tenaga muda dan profesional, BSC TAX AND MANAGEMENT CONSULTANTS siap memberikan pelayanan yang terbaik bagi kebutuhan bisnis anda.      Tata Cara Penggunaan E-Faktur      Tarif Pajak : Pengertian, Dan Jenis Beserta Contohnya Secara Lengkap      E-Nofa Kemudahan Meminta Nomor Seri Faktur Pajak secara online      Panduan Cara Menggunakan Mengisi Aplikasi E-Faktur Ditjen Pajak      Zakat dan Pajak Dalam Islam