Home Business News Tarif Pajak PPh Pasal 25/29 Untuk Wajib Pajak Badan

Kurs Pajak

# Mata Uang Nilai (Rp.) Persen
USD USD 13,518.00 0.01 %
EUR EUR 16,048.57 0.18 %
GBPGBP18,175.22 1.07 %
AUDAUD10,259.08 -0.22 %
SGDSGD10,034.74 0.07 %
JPYJPY12,052.43 -0.49 %
KRWKRW12.47 0.40 %
JPYHKD1,730.88 0.02 %

* Note: u/ JPY=nilai Rp/100Yen

Nomor SK : KMK Nomor 48/KM.10/2017

Tanggal SK : 05 Desember 2017

Masa Berlaku :
06 Desember 2017 - 12 Desember 2017

USD  USD 13,518.00 0.01 %       EUR  EUR 16,048.57 0.18 %      GBP  GBP 18,175.22 1.07 %      AUD  AUD 10,259.08 -0.22 %      SGD  SGD 10,034.74 0.07 %      JPY  JPY 12,052.43 -0.49 %      KRW  KRW 12.47 0.40 %     

External Link

BSC Visitors Counter

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterToday437
mod_vvisit_counterYesterday6594
mod_vvisit_counterThis week437
mod_vvisit_counterLast week34711
mod_vvisit_counterThis month47333
mod_vvisit_counterLast month181628
mod_vvisit_counterAll days5928225


Designed by:
Tarif Pajak PPh Pasal 25/29 Untuk Wajib Pajak Badan PDF Print E-mail
Written by Admin   
Thursday, 06 April 2017 18:35

Tarif Pajak PPh Badan Pasal 25/29

Tarif Pajak PPh Badan digunakan untuk menghitung PPh Badan terutang bagi Wajib Pajak Badan yang memperoleh penghasilan dari Objek Pajak Non Final berdasarkan Pasal 4 ayat 1 Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2008 Tentang PPh.

Tarif Pajak PPh Badan dari penghasilan Non Final adalah berdasarkan Pasal 17 dan 31 E Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2008 Tentang PPh.


Tarif Pajak Penghasilan Wajib Pajak Badan untuk Tahun Pajak 2016 dibagi menjadi dua bagian, yaitu sebagai berikut :

  • Tarif Pajak Penghasilan Wajib Pajak Badan untuk Tahun Pajak 2016 berdasarkan Pasal 17 dan Pasal 31 E Undang-Undang No.36 Tahun 2008 Tentang Pajak Penghasilan, yaitu sebagai berikut :
  1. Tarif Pajak untuk tahun pajak 2016 adalah sebesar 25 % dari Penghasilan Kena Pajak.
  2. Wajib Pajak badan dalam negeri yang berbentuk perseroan terbuka yang paling sedikit 40% (empat puluh persen) dari jumlah keseluruhan saham yang disetor diperdagangkan di bursa efek di Indonesia dan memenuhi persyaratan tertentu lainnya dapat memperoleh tarif sebesar 5% (lima persen) lebih rendah daripada tarif tersebut yang diatur dengan atau berdasarkan Peraturan Pemerintah.
  3. Wajib Pajak Badan dalam negeri dengan peredaran bruto sampai dengan Rp 50.000.000.000,00 (lima puluh miliar rupiah) mendapat fasilitas berupa pengurangan tarif sebesar 50% (lima puluh persen) dari tarif tersebut (25 %) yang dikenakan atas Penghasilan Kena Pajak dari bagian peredaran bruto sampai dengan Rp 4.800.000.000,00 (empat miliar delapan ratus juta rupiah).
  4. Untuk keperluan penerapan tarif pajak, jumlah Penghasilan Kena Pajak dibulatkan ke bawah dalam ribuan rupiah penuh.
  5. Tarif Pajak Pasal 17 dan 31 E dikenakan atas penghasilan kena pajak Wajib Pajak Badan yang tidak termasuk dalam kriteria Wajib Pajak Badan yang telah dikenakan PPh Pasal 4 ayat 2 berdasarkan PP 46 Tahun 2013.
  • Tarif Pajak Penghasilan Wajib Pajak Badan untuk Tahun Pajak 2016 berdasarkan PP Nomor 46 Tahun 2013 adalah sebagai berikut :
  1. Atas peredaran usaha bruto bulan Januari sampai dengan Desember 2016 dari Wajib Pajak Badan yang mempunyai kriteria tertentu berdasarkan PP Nomor 46 Tahun 2013  dikenakan PPh Final Pasal 4 ayat 2 sebesar 1 % dari peredaran usaha bruto dan bersifat final.

Cara Dan Contoh Perhitungan PPh Badan Dengan Peredaran Bruto Sampai Dengan Rp.4.800.000.000,-

Cara Dan Contoh Perhitungan PPh Badan Dengan Peredaran Bruto Sampai Dengan Rp.4.800.000.000,- Untuk Tahun Pajak 2016



Sejak Tanggal 1 Juli 2013 perhitungan Pajak Penghasilan PPh Badan bagi Wajib Pajak Badan yang mempunyai penghasilan yang termasuk kriteria objek pajak non final berdasarkan Pasal 4 ayat 1 Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2008 Tentang Pajak Penghasilan dihitung dengan memperhatikan besarnya Peredaran Usaha Bruto Tahun Pajak sebelumnya.

Apabila sudah diketahui berapa besarnya Peredaran Usaha Bruto Tahun Pajak sebelumnya baru dilakukan perhitungan Pajak Penghasilan sebagai berikut :

  1. berdasarkan Pasal 17 dan 31E Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2008 Tentang Pajak Penghasilan atau;
  2. berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 46 Tahun 2013 Tentang PPh Atas Penghasilan Dari Usaha Yang Diterima Atau Diperoleh Wajib Pajak Yang Memiliki Peredaran Bruto Tertentu.

Pada kesempatan kali ini saya akan berbagi tentang bagaimana Cara dan Contoh Perhitungan Pajak PPh Badan Dengan Peredaran Bruto sampai dengan Rp. 4.800.000.000,00 apabila :  

  1. Peredaran Bruto PadaTahun Pajak sebelumnya  jumlahnya sampai dengan Rp. 4.800.000.000,00
  2. Peredaran Bruto PadaTahun Pajak sebelumnya  jumlahnya lebih dari Rp. 4.800.000.000,00.

Cara dan Contoh Perhitungan Pajak PPh Badan Dengan Peredaran Bruto sampai dengan Rp. 4.800.000.000,00 Untuk Tahun Pajak 2016 apabila Peredaran Bruto Pada Tahun Pajak 2015  jumlahnya sampai dengan Rp. 4.800.000.000,00 adalah sebagai berikut :

 

PT Munche Wahyu Adiwarna adalah perusahaan yang mempunyai kegiatan usaha dalam bidang perdagangan alat elektronik.

Peredaran Bruto PT Munche Wahyu Adiwarna dalam Tahun Pajak 2015 sebesar Rp 3.152.345.000,00 .

Peredaran Bruto PT Munche Wahyu Adiwarna dalam Tahun Pajak 2016 sebesar Rp 3.876.860.000,00 dengan perincian sebagai berikut :

  1. Penjualan Kotor bulan Januari 2016 adalah sebesar 323.600.000.
  2. Penjualan Kotor bulan Pebruari 2016 adalah sebesar 312.650.000.
  3. Penjualan Kotor bulan Maret 2016 adalah sebesar 295.320.000.
  4. Penjualan Kotor bulan April 2016 adalah sebesar 321.200.000.
  5. Penjualan Kotor bulan Mei 2016 adalah sebesar 314.860.000.
  6. Penjualan Kotor bulan Juni2016 adalah sebesar 326.230.000.
  7. Penjualan Kotor bulan Juli 2016 adalah sebesar 368.200.000.
  8. Penjualan Kotor bulan Agustus 2016 adalah sebesar 345.782.000.
  9. Penjualan Kotor bulan September 2016 adalah sebesar 319.862.000.

10. Penjualan Kotor bulan Oktober 2016 adalah sebesar 316.852.000.

11. Penjualan Kotor bulan Nopember 2016 adalah sebesar 314.652.000.

12. Penjualan Kotor bulan Desember 2016 adalah sebesar 317.652.000.

Penghitungan Pajak Penghasilan terutang :

  1. Karena Peredaran Bruto PT Munche Wahyu Adiwarna dalam Tahun Pajak 2015 sebesarRp 3.152.345.000,00 atau tidak melebihi Rp.4.800.000.000,00, maka Perhitungan PPh Badan untuk Tahun Pajak 2016 adalah berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 46 Tahun 2013 Tentang PPh Atas Penghasilan Dari Usaha Yang Diterima Atau Diperoleh Wajib Pajak Yang Memiliki Peredaran Bruto Tertentu.
  2. Sehingga atas Peredaran Bruto PT Munche Wahyu Adiwarna dalam Tahun Pajak 2016 sebesar Rp 3.876.860.000,00 akan dikenakan PPh Pasal 4 ayat 2 untuk setiap bulan dengan tarif sebesar 1 % (satu persen).

Pajak Penghasilan yang harus disetor oleh PT Munche Wahyu Adiwarna untuk Tahun Pajak 2016 sebagai berikut :

Bulan

Peredaran Bruto

Tarif Pajak

PPh Pasal 4 ayat 2

Januari

323.600.000

1 %

3.236.000

Pebruari

312.650.000

1 %

3.126.500

Maret

295.320.000

1 %

2.953.200

April

321.200.000

1 %

3.212.000

Mei

314.860.000

1 %

3.148.600

Juni

326.230.000

1 %

3.262.300

Juli

368.200.000

1 %

3.682.000

Agustus

345.782.000

1 %

3.457.820

September

319.862.000

1 %

3.198.620

Oktober

316.852.000

1 %

3.168.520

Nopember

314.652.000

1 %

3.146.520

Desember

317.652.000

1 %

3.176.520

Jumlah

3.876.860.000

 

38.768.600

 

PPh Pasal  4 ayat 2 (berdasarkan PP 46 Tahun 2013) disetorkan setiap bulan paling lambat tanggal 15 bulan berikutnya dengan Kode Jenis Setoran Pajak 411128-420.

Cara dan Contoh Perhitungan Pajak PPh Badan Dengan Peredaran Bruto sampai dengan Rp. 4.800.000.000,00 Untuk Tahun Pajak 2016 apabila Peredaran Bruto Pada Tahun Pajak 2015  jumlahnya lebih dari Rp. 4.800.000.000,00 :

 

PT Roti Sari Rasa adalah perusahaan yang mempunyai kegiatan usaha dalam bidang Penjualan Roti.

Peredaran Bruto PT Roti Sari Rasa dalam Tahun Pajak 2015 sebesar Rp 5.235.000.000,00.

Peredaran Bruto PT Roti Sari Rasa dalam Tahun Pajak 2016 sebesar Rp 4.356.235.000,00  dengan Penghasilan Kena Pajak sebesar 426.436.000.


Penghitungan Pajak Penghasilan terutang :

  1. Karena Peredaran Bruto PT Roti Sari Rasa dalam Tahun Pajak 2015 sebesar Rp 5.235.000.000,00 atau melebihi Rp.4.800.000.000,00, maka Perhitungan PPh Badan adalah berdasarkan Pasal 17dan 31E Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2008 Tentang Pajak Penghasilan.
  2. Karena Peredaran Bruto PT Roti Sari Rasa dalam Tahun Pajak 2016 sebesar Rp 4.356.235.000,00 atau tidak melebihi Rp.4.800.000.000,00, maka Perhitungan PPh Badan dihitung dengan cara Penghasilan Kena Pajak dikenai tarif sebesar 50% (lima puluh persen) dari tarif Pajak Penghasilan badan yang berlaku

Pajak Penghasilan yang terutang :
(50% x 25%) x Rp 426.436.000,00 = Rp 53.304.500,00

Contoh Perhitungan PPh Badan untuk Peredaran Bruto Diatas Rp. 4.800.000.000,- sampai dengan Rp. 50.000.000.000,- untuk Tahun Pajak 2016 :

Sejak Tanggal 1 Juli 2013 perhitungan Pajak Penghasilan PPh Badan bagi Wajib Pajak Badan yang mempunyai penghasilan yang termasuk kriteria objek pajak non final berdasarkan Pasal 4 ayat 1 Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2008 Tentang Pajak Penghasilan dihitung dengan memperhatikan besarnya Peredaran Usaha Bruto Tahun Pajak sebelumnya.

Apabila sudah diketahui berapa besarnya Peredaran Usaha Bruto Tahun Pajak sebelumnya baru dilakukan perhitungan Pajak Penghasilan sebagai berikut :

  1. berdasarkan Pasal 17 dan 31E Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2008 Tentang Pajak Penghasilan atau;
  2. berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 46 Tahun 2013 Tentang PPh Atas Penghasilan Dari Usaha Yang Diterima Atau Diperoleh Wajib Pajak Yang Memiliki Peredaran Bruto Tertentu.

Pada kesempatan kali ini saya akan berbagi tentang bagaimana Cara dan Contoh Perhitungan Pajak PPh Badan Dengan Peredaran Bruto Diatas Rp.4.800.000.000,00  sampai dengan Rp.50.000.000.000,00 apabila :

  1. Peredaran Bruto PadaTahun Pajak sebelumnya  jumlahnya sampai dengan Rp. 4.800.000.000,00.
  2. Peredaran Bruto PadaTahun Pajak sebelumnya  jumlahnya lebih dari Rp. 4.800.000.000,00.

Cara dan Contoh Perhitungan Pajak PPh Badan Dengan Peredaran Bruto Diatas Rp.4.800.000.000,00  sampai dengan Rp.50.000.000.000,00Untuk Tahun Pajak 2016 apabila Peredaran Bruto PadaTahun Pajak 2015 jumlahnya sampai dengan Rp. 4.800.000.000,00 :

 

CV.Manis Makmur adalah perusahaan yang mempunyai kegiatan usaha dalam bidang Penjualan Alat dan Mesin Pertanian.

Peredaran Bruto CV.Manis Makmur dalam Tahun Pajak 2015 sebesar Rp 4.750.000.000,00 .

 

Peredaran Bruto CV.Manis Makmur dalam Tahun Pajak 2016 sebesar Rp 5.455.532.000,00  dengan perincian sebagai berikut :

  1. Penjualan Kotor bulan Januari 2016 adalah sebesar 435.652.000.
  2. Penjualan Kotor bulan Pebruari 2016 adalah sebesar 468.560.000.
  3. Penjualan Kotor bulan Maret 2016 adalah sebesar 449.870.000.
  4. Penjualan Kotor bulan April 2016 adalah sebesar 435.800.000.
  5. Penjualan Kotor bulan Mei 2016 adalah sebesar 475.600.000.
  6. Penjualan Kotor bulan Juni 2016 adalah sebesar 468.750.000.
  7. Penjualan Kotor bulan Juli 2016 adalah sebesar 495.000.000.
  8. Penjualan Kotor bulan Agustus 2016 adalah sebesar 436.520.000.
  9. Penjualan Kotor bulan September 2016 adalah sebesar 435.200.000.

10. Penjualan Kotor bulan Oktober 2016 adalah sebesar 463.500.000.

11. Penjualan Kotor bulan Nopember 2016 adalah sebesar 412.560.000.

12. Penjualan Kotor bulan Desember 2016 adalah sebesar 478.520.000.

PENGHITUNGAN PAJAK PENGHASILAN TERUTANG :

  1. Karena Peredaran Bruto CV.Manis Makmur dalam Tahun Pajak 2015 sebesar Rp 4.750.000.000.000,00 atau tidak melebihi Rp.4.800.000.000,00, maka Perhitungan PPh Badan untuk tahun pajak 2016 adalah berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 46 Tahun 2013 Tentang PPh Atas Penghasilan Dari Usaha Yang Diterima Atau Diperoleh Wajib Pajak Yang Memiliki Peredaran Bruto Tertentu.
  2. Meskipun Peredaran Bruto CV.Manis Makmur dalam Tahun Pajak 2016 sebesar Rp 5.455.532.000,00 atau melebihi Rp.4.800.000.000,00, akan tetapi Perhitungan PPh Badan dihitung dengan cara Peredaran Usaha Bruto setiap bulan dikenai tarif sebesar 1 % (satu persen). Hal ini terjadi karena Peredaran Bruto pada Tahun Pajak sebelumnya (Tahun 2014) tidak melebihi Rp.4.800.000.000,00 atau hanya sebesar  Rp 4.750.000.000,00 .

 

Sehingga Pajak Penghasilan yang harus disetor CV.Manis Makmur untuk Tahun Pajak 2016 sebagai berikut :

Bulan

Peredaran Bruto

Tarif Pajak

PPh Pasal 4 ayat 2

Januari

435.652.000

1 %

4.356.520

Pebruari

468.560.000

1 %

4.685.600

Maret

449.870.000

1 %

4.498.700

April

435.800.000

1 %

4.358.000

Mei

475.600.000

1 %

4.756.000

Juni

468.750.000

1 %

4.687.500

Juli

495.000.000

1 %

4.950.000

Agustus

436.520.000

1 %

4.365.200

September

435.200.000

1 %

4.352.000

Oktober

463.500.000

1 %

4.635.000

Nopember

412.560.000

1 %

4.125.600

Desember

478.520.000

1 %

4.785.200

Jumlah

5.455.532.000

 

54.555.320

 

PPh Pasal  4 ayat 2 (berdasarkan PP 46 Tahun 2013) disetorkan setiap bulan paling lambat tanggal 15 bulan berikutnya dengan Kode Jenis Setoran Pajak 411128-420.

 

Cara dan Contoh Perhitungan Pajak PPh Badan Dengan Peredaran Bruto Diatas Rp.4.800.000.000,00 sampai dengan Rp.50.000.000.000,00 Untuk Tahun Pajak 2016 apabila Peredaran Bruto PadaTahun Pajak 2015  jumlahnya lebih dari Rp. 4.800.000.000,00 :

 

PT Asia Baja Perkasa adalah perusahaan yang mempunyai kegiatan usaha dalam bidang Penjualan Besi dan Baja.

Peredaran Bruto PT Asia Baja Perkasa dalam Tahun Pajak 2015 sebesar Rp 6.245.753.000,00 .

Peredaran Bruto PT Asia Baja Perkasa dalam Tahun Pajak 2016 sebesar Rp 7.256.458.000,00  dengan Penghasilan Kena Pajak sebesar Rp.765.459.000,00


Penghitungan Pajak Penghasilan terutang :

  1. Karena Peredaran Bruto PT Asia Baja Perkasa dalam Tahun Pajak 2015 sebesar Rp 6.245.753.000,00 . atau melebihi Rp.4.800.000.000,00, maka Perhitungan PPh Badan adalah berdasarkan Pasal 17dan 31E Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2008 Tentang Pajak Penghasilan.
  2. Karena Peredaran Bruto PT Asia Baja Perkasa dalam Tahun Pajak 2016 sebesar Rp 7.256.458.000,00 atau melebihi Rp.4.800.000.000,00, maka Perhitungan PPh Badan dihitung dengan cara Penghasilan Kena Pajak dikenai tarif Pajak penghasilan dengan mendapatkan fasilitas pengurangan 50 % dan yang tidak mendapatkan pengurangan 50 % yang dihitung dari Penghasilan Kena Pajak sebesar Rp.765.459.000,00

Perhitungan Penghasilan Kena Pajak :
Penghasilan Kena Pajak yang mendapat fasilitas :

4.800.000.000 x 765.459.000 =  506.335.625

7.256.458.000

Penghasilan Kena Pajak yang tidak mendapat fasilitas :

765.459.000 - 506.335.625 =  259.123.375

 

Pajak Penghasilan yang terutang :
Pajak Penghasilan yang mendapat fasilitas :

25 % x 50 % x 506.335.625 =  63.291.875

Pajak Penghasilan yang tidak mendapat fasilitas :

25%  x 259.123.375 =  64.780.750.



Total PPh Badan Terutang :

63.291.875 + 64.780.750  = 128.072.625



Catatan :

Untuk perhitungan Pajak Penghasilan Badan Penghasilan Kena Pajak dibulatkan dalam ribuan kebawah.

 

 

Contoh Perhitungan PPh Badan dengan Peredaran Bruto Lebih Dari Rp.50.000.000.000,- untuk Tahun Pajak 2016 :

Sejak Tanggal 1 Juli 2013 perhitungan Pajak Penghasilan PPh Badan bagi Wajib Pajak Badan yang mempunyai penghasilan yang termasuk kriteria objek pajak non final berdasarkan Pasal 4 ayat 1 Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2008 Tentang Pajak Penghasilan dihitung dengan memperhatikan besarnya Peredaran Usaha Bruto Tahun Pajak sebelumnya.

Apabila sudah diketahui berapa besarnya Peredaran Usaha Bruto Tahun Pajak sebelumnya baru dilakukan perhitungan Pajak Penghasilan sebagai berikut :

1.       berdasarkan Pasal 17 dan 31E Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2008 Tentang Pajak Penghasilan atau;

2.       berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 46 Tahun 2013 Tentang PPh Atas Penghasilan Dari Usaha Yang Diterima Atau Diperoleh Wajib Pajak Yang Memiliki Peredaran Bruto Tertentu. 

Pada kesempatan kali ini saya akan berbagi tentang bagaimana Cara dan Contoh Perhitungan Pajak PPh Badan Dengan Peredaran BrutoLebih Dari Rp.50.000.000.000,00 apabila :

1.    Peredaran Bruto PadaTahun Pajak sebelumnya  jumlahnya sampai dengan Rp. 4.800.000.000,00

2.    Peredaran Bruto PadaTahun Pajak sebelumnya  jumlahnya lebih dari Rp. 4.800.000.000,00.

 

Cara dan Contoh Perhitungan Pajak PPh Badan Dengan Peredaran Bruto Lebih Dari Rp.50.000.000.000,00 Untuk Tahun Pajak 2016apabila Peredaran Bruto PadaTahun Pajak 2015  jumlahnya sampai dengan Rp. 4.800.000.000,00 :

CV.Abadi Mulya adalah perusahaan yang mempunyai kegiatan usaha dalam bidang Penjualan Alat Tulis Kantor.

Peredaran Bruto CV. Abadi Mulya dalam Tahun Pajak 2015 sebesar Rp 3.245.265.000,00 .

Peredaran Bruto CV. Abadi Mulya dalam Tahun Pajak 2016 sebesar Rp 53.586.650.000,00  dengan perincian sebagai berikut :

1.          Penjualan Kotor bulan Januari 2016 adalah sebesar 4.632.000.000.

2.          Penjualan Kotor bulan Pebruari 2016 adalah sebesar 4.526.000.000.

3.          Penjualan Kotor bulan Maret 2016 adalah sebesar 4.123.000.000.

4.          Penjualan Kotor bulan April 2016 adalah sebesar 4.358.000.000.

5.          Penjualan Kotor bulan Mei 2016 adalah sebesar 4.261.000.000.

6.          Penjualan Kotor bulan Juni2016 adalah sebesar 4.498.000.000.

7.          Penjualan Kotor bulan Juli 2016 adalah sebesar 4.84.600.0000.

8.          Penjualan Kotor bulan Agustus 2016 adalah sebesar 4.714.000.000.

9.          Penjualan Kotor bulan September 2016 adalah sebesar 4.923.000.000.

10.     Penjualan Kotor bulan Oktober 2016 adalah sebesar 4.132.650.000.

11.     Penjualan Kotor bulan Nopember 2016 adalah sebesar 4.246.500.000.

12.     Penjualan Kotor bulan Desember 2016 adalah sebesar 4.326.500.000.

Penghitungan Pajak Penghasilan terutang :

1. Karena Peredaran Bruto CV. Abadi Mulya dalam Tahun Pajak 2015 sebesar Rp 3.245.265.000,00 atau tidak melebihi Rp.4.800.000.000,00, maka Perhitungan PPh Badan untuk tahun pajak 2016 adalah berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 46 Tahun 2013 Tentang PPh Atas Penghasilan Dari Usaha Yang Diterima Atau Diperoleh Wajib Pajak Yang Memiliki Peredaran Bruto Tertentu.

2. Meskipun Peredaran Bruto CV. Abadi Mulya dalam Tahun Pajak 2016 sebesar Rp 53.586.650.000,00 atau melebihi Rp.4.800.000.000,00, akan tetapi Perhitungan PPh Badan untuk tahun pajak 2016 dihitung dengan cara Peredaran Usaha Bruto setiap bulan dikenai tarif sebesar 1 % (satu persen). Hal ini terjadi karena Peredaran Bruto pada Tahun Pajak sebelumnya (Tahun 2014) tidak melebihi Rp.4.800.000.000,00 atau hanya sebesar  Rp 3.245.265.000,00 .

Sehingga Pajak Penghasilan yang harus disetor CV. Abadi Mulya untuk Tahun Pajak 2016 sebagai berikut :

Bulan

Peredaran Bruto

Tarif Pajak

PPh Pasal 4 ayat 2

Januari

4.632.000.000

1 %

46.320.000

Pebruari

4.526.000.000

1 %

45.260.000

Maret

4.123.000.000

1 %

41.230.000

April

4.358.000.000

1 %

43.580.000

Mei

4.261.000.000

1 %

42.610.000

Juni

4.498.000.000

1 %

44.980.000

Juli

4.846.000.000

1 %

48.460.000

Agustus

4.714.000.000

1 %

47.140.000

September

4.923.000.000

1 %

49.230.000

Oktober

4.132.650.000

1 %

41.326.500

Nopember

4.246.500.000

1 %

42.465.000

Desember

4.326.500.000

1 %

43.265.000

Jumlah

53.586.650.000

535.866.500

PPh Pasal  4 ayat 2 (berdasarkan PP 46 Tahun 2013) disetorkan setiap bulan paling lambat tanggal 15 bulan berikutnya dengan Kode Jenis Setoran Pajak 411128-420.

Cara dan Contoh Perhitungan Pajak PPh Badan Dengan Peredaran Bruto Lebih Dari Rp.50.000.000.000,00  Untuk Tahun Pajak 2016apabila Peredaran Bruto PadaTahun Pajak 2015  jumlahnya lebih dariRp. 4.800.000.000,00 :

PT Munche Wahyu Adiwarna adalah perusahaan yang mempunyai kegiatan usaha dalam bidang Penjualan Mobil.

Peredaran Bruto PT Munche Wahyu Adiwarna dalam Tahun Pajak 2015 sebesar Rp 5.365.252.000,00 .

Peredaran Bruto PT Munche Wahyu Adiwarna dalam Tahun Pajak 2016 sebesar Rp 51.236.759.000,00  dengan Penghasilan Kena Pajak sebesar Rp.4.956.813.000,00

Penghitungan Pajak Penghasilan terutang :

1.    Karena Peredaran Bruto PT Munche Wahyu Adiwarna dalam Tahun Pajak 2015 sebesar Rp 5.365.252.000,00 . atau melebihi Rp.4.800.000.000,00, maka Perhitungan PPh Badan untuk tahun pajak 2016 adalah berdasarkan Pasal 17 dan 31E Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2008 Tentang Pajak Penghasilan.

2.    Karena Peredaran Bruto PT Munche Wahyu Adiwarna dalam Tahun Pajak 2015 sebesar Rp 51.236.759.000,00 atau melebihi Rp.50.000.000.000,00, maka Perhitungan PPh Badan untuk tahun pajak 2016 dihitung dengan cara Penghasilan Kena Pajak dikenai tarif Pajak penghasilan sebesar 25 % yang dihitung dari Penghasilan Kena Pajak sebesar Rp. 4.956.813.000,00 .

Perhitungan Penghasilan Kena Pajak :
Penghasilan Kena Pajak yang tidak mendapat fasilitas : Rp. 4.956.813.000,00

Pajak Penghasilan yang terutang :
Pajak Penghasilan yang tidak mendapat fasilitas :

25%  x 4.956.813.000=  1.239.203.250.

Jadi atas Penghasilan Kena Pajak sebesar  Rp. 4.956.813.000,00 dikenakan Pajak Penghasilan Badan sebesar Rp. 1.239.203.250,00


Catatan :

Untuk perhitungan Pajak Penghasilan Badan Penghasilan Kena Pajak dibulatkan dalam ribuan kebawah.

Semoga Bermanfaat bagi pembaca.

KONSULTAN PAJAK SEMARANG- BSC-TAXCONSULTING

Menyediakan juga Software Kasir, Akutansi, Payroll, Inventory, ERP

 

Add comment


Security code
Refresh

JoomlaWatch 1.2.12 - Joomla Monitor and Live Stats by Matej KovalArticle - Konsultan Pajak Semarang - Konsultan Pajak Semarang Konsultan pajak terdaftar di indonesia :: BSC TAX AND MANAGEMENT CONSULTANTS kini hadir memberi warna baru sebagai konsultan pajak yang handal dan terpercaya. Dipenuhi tenaga muda dan profesional, BSC TAX AND MANAGEMENT CONSULTANTS siap memberikan pelayanan yang terbaik bagi kebutuhan bisnis anda.      Tata Cara Penggunaan E-Faktur      Tarif Pajak : Pengertian, Dan Jenis Beserta Contohnya Secara Lengkap      E-Nofa Kemudahan Meminta Nomor Seri Faktur Pajak secara online      Panduan Cara Menggunakan Mengisi Aplikasi E-Faktur Ditjen Pajak      Zakat dan Pajak Dalam Islam