Home Article Tips Bagi Perusahaan untuk Mempersiapkan Diri Menghadapi Pemeriksaan Pajak

Kurs Pajak

# Mata Uang Nilai (Rp.) Persen
USD USD 13,518.00 0.01 %
EUR EUR 16,048.57 0.18 %
GBPGBP18,175.22 1.07 %
AUDAUD10,259.08 -0.22 %
SGDSGD10,034.74 0.07 %
JPYJPY12,052.43 -0.49 %
KRWKRW12.47 0.40 %
JPYHKD1,730.88 0.02 %

* Note: u/ JPY=nilai Rp/100Yen

Nomor SK : KMK Nomor 48/KM.10/2017

Tanggal SK : 05 Desember 2017

Masa Berlaku :
06 Desember 2017 - 12 Desember 2017

USD  USD 13,518.00 0.01 %       EUR  EUR 16,048.57 0.18 %      GBP  GBP 18,175.22 1.07 %      AUD  AUD 10,259.08 -0.22 %      SGD  SGD 10,034.74 0.07 %      JPY  JPY 12,052.43 -0.49 %      KRW  KRW 12.47 0.40 %     

External Link

BSC Visitors Counter

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterToday432
mod_vvisit_counterYesterday6594
mod_vvisit_counterThis week432
mod_vvisit_counterLast week34711
mod_vvisit_counterThis month47328
mod_vvisit_counterLast month181628
mod_vvisit_counterAll days5928220


Designed by:
Tips Bagi Perusahaan untuk Mempersiapkan Diri Menghadapi Pemeriksaan Pajak PDF Print E-mail
Written by Admin   
Tuesday, 01 December 2015 15:03

Selama ini pemeriksaan pajak menjadi hal yang cukup menakutkan bagi para pelaku bisnis terutama untuk golongan menengah ke atas. Karena untuk perusahaan yang menengah keatas proses bisnis yang cukup kompleks dengan pendapatan yang tinggi seolah olah menjadi perhatian sendiri bagi Dirjen Pajak. Apakah sebenarnya masalah utama bagi pengusaha agar pemeriksaan pajak bukan menjadi hal yang menakutkan lagi? Mari kita pelajari bersama.

Pengertian pemeriksaan pajak adalah serangkaian kegiatan menghimpun dan mengolah data, keterangan, dan/atau bukti yang dilaksanakan secara objektif dan profesional berdasarkan suatu standar pemeriksaan untuk menguji kepatuhan pemenuhan kewajiban perpajakan dan/atau untuk tujuan lain dalam rangka melaksanakan ketentuan peraturan perundang-undangan perpajakan.

Tujuan Pemeriksaan

Tujuan dilakukannya pemeriksaan adalah sebagai berikut:

1. Menguji kepatuhan pemenuhan kewajiban perpajakan, antara lain:

  • SPT lebih bayar termasuk yang telah diberikan pengembalian pendahuluan pajak;
  • SPT rugi;
  • SPT tidak atau terlambat (melampaui jangka waktu yang ditetapkan dalam Surat Teguran) disampaikan;

2. Melakukan penggabungan, peleburan, pemekaran, likuidasi, pembubaran, atau akan meninggalkan Indonesia untuk selama-lamanya; atau

3. Menyampaikan SPT yang memenuhi kriteria seleksi berdasarkan hasil analisis (risk based selection) mengindikasikan adanya kewajiban perpajakan WP yang tidak dipenuhi sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan perpajakan.

Dalam pelaksanaan Pemeriksaan Wajib Pajak harus:

1. Memperlihatkan dan/atau meminjamkan buku atau catatan, dokumen yang menjadi dasar pembukuan atau pencatatan, dan dokumen lain yang berhubungan dengan tujuan pemeriksaan;

2. Memberi kesempatan untuk mengakses dan/atau mengunduh data yang dikelola secara elektronik;

3. Memberi kesempatan untuk memasuki dan memeriksa tempat atau ruangan penyimpan buku atau catatan, dokumen yang menjadi dasar pembukuan atau pencatatan, dokumen lain, dan/atau barang yang berkaitan dengan tujuan Pemeriksaan serta meminjamkannya kepada Pemeriksa Pajak; dan/atau

4. Memberikan keterangan lisan dan/atau tertulis yang diperlukan.

Dari sini terlihat bahwa kendala perusahaan adalah penyediaan data yang diminta saat pemeriksaan. Karena banyak perusahaan yang data transaksinya kacau, arsipnya banyak yang hilang, rekening korannya sebagian tidak ada, bahkan tak jarang pula yang sampai akte pendirian perusahaanpun tidak ketemu saat dicari. Sehingga begitu ada pemeriksaan pajak, perusahaan kalang-kabut untuk menyiapkan catatan dan dokumen-dokumen yang diminta.

Untuk itu yang harus dipersiapkan perusahaan untuk memperbaiki administrasi perpajakannya antara lain:

  • Administrasi harus rapi, tertib dan lengkap. Kalau segala sesuatunya sudah tertata dengan rapi, seharusnya tidak ada yang perlu dipusingkan dengan pemeriksaan pajak. Minimal semua bukti pembayaran pajak dan bukti pungut/potongan diarsipkan dengan rapi, tidak ada transaksi keuangan yang ketinggalan dicatat, nota dan bukti transaksi lainnya diarsipkan dengan berurut dan disimpan di tempat yang mudah dijangkau.
  • Laporkan Lebih Bayar Kalau Memang Lebih. Adalah wajar bila laba perusahaan mengalami pasang surut. Sebaliknya, justru sangat aneh bila ada perusahaan yang labanya terus meningkat tanpa pernah surut. Memang kemungkinan pemeriksaan menjadi lebih cepat terjadi bila melaporkan lebih bayar atau rugi. Namun jika perusahaan telah memiliki data yang lengkap dan rapi pada waktu pelaksanaan pemeriksaan perusahaan sudah tidak perlu pusing lagi akan data-datanya. Mengingat pemeriksaan pajak akan tetap terjadi terlepas apakah perusahaan melaporkan lebih bayar atau kurang bayar. Jadi tidak perlu melakukan rekayasa transaksi. Justru, semakin lama tidak diperiksa semakin besar potensi risikonya. Karena semakin banyak akumulasi kesalahan (baik penghitungan maupun pelaporan) yang mungkin telah dilakukan oleh perusahaan. Ditambah lagi dengan adanya kemungkinan DENDA dan BUNGA PAJAK, yang artinya semakin besar akumulasi kurang bayarnya, semakin besarlah denda dan bunga pajaknya.
  • Secara intern mengevaluasi segala potensi pajak berdasarkan prakiraan penjualan (sales forecast), rencana produksi/kerja (production/operation planning) dan anggaran (budget) yang dibuat oleh perusahaan baik itu capitalmaupun operational budget.
    • Membimbing sekaligus mengawasi pelaksanaan perpajakan sehari-hari, sehingga berjalan sesuai dengan apa yang telah dibuat di dalam perencanaan pajak (tax planning). Jika ada perubahan rencana kerja atau budget, perlu membuat revisi rencana perpajakan.
  • Mengkomunikasikan segala penyimpangan (dari rencana) terkait masalah perpajakan dengan pihak manajemen perusahaan, untuk diambil langkah antisipative sejak dini. Sehingga tidak menimbulkan kekagetan di kemudian hari terutama sekali saat terjadi pemeriksaan pajak.
  • Sering-sering Konsultasi Dengan AR. Karena AR (Account Representative) dari Dirjen Pajak yang lebih tahu seluk-beluk perpajakan dibandingkan konsultan pajak. Dan kenyataannya, mereka jauh lebih berpotensi (seharusnya) membantu perusahaan bila suatu saat menghadapi pemeriksaan apapun jenisnya.

Pemeriksaan Pajak Tidak Perlu Dihindari

Karena memang tidak bisa dihindari. Perpajakan Indonesia menggunakan sistim ‘self-assessment’ sekaligus ‘official assessment’. Artinya: wajib pajak (perusahaan dalam hal ini), atas nama undang-undang perpajakan, diperkenankan menghitung besaran kewajiban pajak mereka (self-assessment) tentunya dengan mengikuti pedoman tatalaksana perpajakan yang ada. Hasil penghitungan sendiri tersebut berupa: Penghitungan uang muka pajak (PPh pasal 25), pelaporan potongan dan pungutan pajak (PPh pasal 21, 22, 23, 24/2, dll), dan SPT Tahunan (PPh Pasal 29). Sewaktu-waktu pemerintah (via Dirjen Pajak) melakukan evaluasi untuk memeriksa kebenaran penghitungan sendiri yang telah dilakukan oleh wajib pajak (official assessment). Itu artinya, pemeriksaan pajak bukan sesuatu yang bisa dihindari dengan cara apapun dan oleh siapapun.

Jikapun kebetulan perusahaan belum pernah diperiksa oleh kantor pajak, melainkan karena keterbatasan jumlah pegawai pemeriksa pajak, sehingga perusahaan belum (bukan tidak) diperiksa. Suatu saat nanti, cepat-atau-lambat, akan diperiksa.

 

Add comment


Security code
Refresh

JoomlaWatch 1.2.12 - Joomla Monitor and Live Stats by Matej KovalArticle - Konsultan Pajak Semarang - Konsultan Pajak Semarang Konsultan pajak terdaftar di indonesia :: BSC TAX AND MANAGEMENT CONSULTANTS kini hadir memberi warna baru sebagai konsultan pajak yang handal dan terpercaya. Dipenuhi tenaga muda dan profesional, BSC TAX AND MANAGEMENT CONSULTANTS siap memberikan pelayanan yang terbaik bagi kebutuhan bisnis anda.      Tata Cara Penggunaan E-Faktur      Tarif Pajak : Pengertian, Dan Jenis Beserta Contohnya Secara Lengkap      E-Nofa Kemudahan Meminta Nomor Seri Faktur Pajak secara online      Panduan Cara Menggunakan Mengisi Aplikasi E-Faktur Ditjen Pajak      Zakat dan Pajak Dalam Islam