Home Article Menentukan Kewajiban Perpajakan Perusahaan Yang Baru Beroperasi menurut PP46 1% dari Omset

Kurs Pajak

# Mata Uang Nilai (Rp.) Persen
USD USD 13,518.00 0.01 %
EUR EUR 16,048.57 0.18 %
GBPGBP18,175.22 1.07 %
AUDAUD10,259.08 -0.22 %
SGDSGD10,034.74 0.07 %
JPYJPY12,052.43 -0.49 %
KRWKRW12.47 0.40 %
JPYHKD1,730.88 0.02 %

* Note: u/ JPY=nilai Rp/100Yen

Nomor SK : KMK Nomor 48/KM.10/2017

Tanggal SK : 05 Desember 2017

Masa Berlaku :
06 Desember 2017 - 12 Desember 2017

USD  USD 13,518.00 0.01 %       EUR  EUR 16,048.57 0.18 %      GBP  GBP 18,175.22 1.07 %      AUD  AUD 10,259.08 -0.22 %      SGD  SGD 10,034.74 0.07 %      JPY  JPY 12,052.43 -0.49 %      KRW  KRW 12.47 0.40 %     

External Link

BSC Visitors Counter

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterToday420
mod_vvisit_counterYesterday6594
mod_vvisit_counterThis week420
mod_vvisit_counterLast week34711
mod_vvisit_counterThis month47316
mod_vvisit_counterLast month181628
mod_vvisit_counterAll days5928208


Designed by:
Menentukan Kewajiban Perpajakan Perusahaan Yang Baru Beroperasi menurut PP46 1% dari Omset PDF Print E-mail
Written by Admin   
Tuesday, 09 February 2016 07:11

Peraturan Pemerintah Nomor 46 Tahun 2013 yang mulai berlaku efektif pada bulan Juli 2013 pada awal kemunculannya membuat saya dan mungkin para wajib pajak yang lainnya kebingungan, terutama para wajib pajak yang baru mendirikan perusahaan setelah berlakunya PP tersebut.

Yang menjadi kebingungan saya adalah ketika WP yang baru mendirikan perusahaan, untuk kewajiban perpajakannya apakah mengacu pada PP 46 ini atau sesuai aturan yang berlaku umum?? dengan kata lain, apakah untuk perusahaan yang baru beroperasi untuk pelaporan pajak bulan - bulan awal menggunakan tarif 1% dari omset atau setor dan lapor spt pph pasal 25??

Kebingungan saya tersebut terjawab dengan keluarnya Surat Edaran dari Dirjen Pajak yaitu SE-32/PJ/2014 Tentang Penegasan Pelaksanaan PP 46 Tahun 2013. Adapun penjelasan dalam SE 32 tahun 2014 tersebut yang memberikan pencerahan buat saya adalah sebagai berikut :
1. penghasilan yang dikenai Pajak Penghasilan berdasarkan PP 46 TAHUN 2013 adalah penghasilan yang diterima atau diperoleh dari kegiatan usaha,
2. Penentuan saat beroperasi secara komersial bagi Wajib Pajak badan adalah saat Wajib Pajak melakukan kegiatan operasi secara komersial untuk pertama kali.
3. Penentuan peredaran bruto untuk dikenakan Pajak Penghasilan yang bersifat final berdasarkan PP 46 TAHUN 2013 bagi Wajib Pajak badan yang baru beroperasi secara komersial untuk pertama kali, si ditentukan berdasarkan peredaran bruto dari usaha dalam 1 (satu) Tahun Pajak setelah Tahun Pajak beroperasi secara komersial.
4. Wajib Pajak badan yang baru beroperasi secara komersial dikenai Pajak Penghasilan berdasarkan tarif umum Undang-Undang Pajak Penghasilan sampai dengan jangka waktu 1 (satu) tahun sejak beroperasi secara komersial.
5. Dalam hal jangka waktu 1 (satu) tahun sejak beroperasi secara komersial melewati Tahun Pajak saat beroperasi secara komersial, ketentuan pengenaan Pajak Penghasilan berdasarkan tarif umum Undang-Undang Pajak Penghasilan dimaksud berlaku sampai dengan akhir Tahun Pajak berikutnya setelah Tahun Pajak saat beroperasi secara komersial.
6. Pengenaan Pajak Penghasilan yang bersifat final berdasarkan PP 46 TAHUN 2013 bagi Wajib Pajak badan sebagaimana dimaksud pada nomor 2 untuk Tahun Pajak selanjutnya, ditentukan berdasarkan peredaran bruto Tahun Pajak sebelumnya.

Contoh :
PT. A mulai beroperasi dan memperoleh penghasilan pada bulan Juni 2014, maka untuk menjalankan kewajiban perpajakan PT. A adalah memakai aturan perpajakan yang berlaku umum (lapor spt masa pph pasal 25), karena 1 tahun beroperasi secara komersil PT. A ini sampai bulan Mei 2015, maka PT. A melakukan kewajiban perpajakan menurut aturan perpajakan yang berlaku umum tersebut diteruskan sampai dengan bulan Desember 2015.

Nah untuk bulan Januari 2016 kewajiban perpajakan PT. A harus melihat dulu peredaran bruto bulan januari s/d desember 2015, kalau peredaran bruto selama tahun 2015 tersebut di bawah 4,8 Milyar, maka bulan Januari 2016 PT. A harus melaksanakan kewajiban perpajakannya menurut PP 46 ini (1% dari omset), kalau peredaran bruto selama tahun 2015 tersebut di atas 4,8 Milyar maka bulan Januari 2016 PT. A harus menjalankan kewajiban perpajakannya menurut aturan perpajakan yang berlaku umum (pasal 25)...

Demikian untuk menentukan kewajiban perpajakan wajib pajak yang baru berdiri, mudah-mudahan bisa memberikan pencerahan kepada teman-teman yang lain.

 

Add comment


Security code
Refresh

JoomlaWatch 1.2.12 - Joomla Monitor and Live Stats by Matej KovalArticle - Konsultan Pajak Semarang - Konsultan Pajak Semarang Konsultan pajak terdaftar di indonesia :: BSC TAX AND MANAGEMENT CONSULTANTS kini hadir memberi warna baru sebagai konsultan pajak yang handal dan terpercaya. Dipenuhi tenaga muda dan profesional, BSC TAX AND MANAGEMENT CONSULTANTS siap memberikan pelayanan yang terbaik bagi kebutuhan bisnis anda.      Tata Cara Penggunaan E-Faktur      Tarif Pajak : Pengertian, Dan Jenis Beserta Contohnya Secara Lengkap      E-Nofa Kemudahan Meminta Nomor Seri Faktur Pajak secara online      Panduan Cara Menggunakan Mengisi Aplikasi E-Faktur Ditjen Pajak      Zakat dan Pajak Dalam Islam