Home Article Kombinasikan Pasal 17 dan Pasal 31E UU PPh Untuk Menghitung Pajak 2009

Kurs Pajak

Negara Mata UangNilai (Rp.)
USDUSD
EUREUR
GBPGBP
AUDAUD
SGDSGD
JPYJPY
KRWKRW
MYRMYR
JPYHKD

Masa Berlaku :

Kep. MenKeu No. :

USD  USD       EUR  EUR      GBP  GBP      AUD  AUD      SGD  SGD      JPY  JPY      MYR  MYR      KRW  KRW     

Chat

Support-1:
Support-2:
Support-3:

External Link

BSC Visitors Counter

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterToday64
mod_vvisit_counterYesterday120
mod_vvisit_counterThis week64
mod_vvisit_counterLast week1060
mod_vvisit_counterThis month5234
mod_vvisit_counterLast month5946
mod_vvisit_counterAll days583247


Designed by:
Kombinasikan Pasal 17 dan Pasal 31E UU PPh Untuk Menghitung Pajak 2009 PDF Print E-mail
Thursday, 30 September 2010 08:34

Hitung Pajak Penghasilan sesuai ketentuan...! Kombinasikan Pasal 17 dan pasal 31E UU PPh.

Penghujung tahun 2009 telah menjelang. Saatnya Wajib Pajak mempersiapkan SPT-SPT Pajak, yaitu SPT PPh Pasal 21 Masa Pajak Desember dan SPT PPh Badan. Perhitungan Pajak Penghasilan WP Badan secara umum adalah Penghasilan Kena Pajak dikalikan dengan tarif pajak. Penerapan tarif mengalami perubahan dari masa ke masa. Berdasarkan pasal 17 UU Nomor 36 tahun 2008, tarif pajak yang diterapkan atas Penghasilan Kena Pajak Wajib Pajak Badan Dalam Negeri dan Bentuk Usaha Tetap(BUT) untuk menghitung Pajak Penghasilan tahun 2009 adalah sebesar 28%.

Upss… tetapi harus diingat bahwa kita tidak boleh hanya membaca perhitungan tersebut dari Pasal 17 saja, tetapi coba anda tengok pasal lainnya yaitu pasal 31E ayat (1) UU Nomor 36 tahun 2008, sebagai berikut:

“ Wajib Pajak badan dalam negeri dengan peredaran bruto sampai dengan Rp50.000.000.000,00 (lima puluh miliar rupiah) mendapat fasilitas berupa pengurangan tarif sebesar 50% (lima puluh persen) dari tarif sebagaimana dimaksud dalam Pasal 17 ayat (1) huruf b dan ayat (2a) yang dikenakan atas Penghasilan Kena Pajak dari bagian peredaran bruto sampai dengan Rp4.800.000.000,00 (empat miliar delapan ratus juta rupiah).”

Nah, apabila pasal 17 dan pasal 31E tersebut dipadukan maka perhitungan Pajak Penghasilan Wajib Pajak Dalam Negeri dan Bentuk Usaha Tetap tahun 2009 adalah:

Level Peredaran Bruto (PB)

Penghasilan Kena Pajak (PhKP)

Perhitungan

s.d Rp 4,8 milyar

Seluruh PhKP = mendapat fasilitas(PhKPFas)

PhKP x 50% x 28%

Di atas 4,8 milyar s.d. 50 milyar

PhKPFas = 4,8 milyar/PB x PhKP

PhKPFas x 50% x 28% ditambah

PhKP non fasilitas (PhKPnonFas)= PhKP - PhKPF

PhKPNonFas x 28%

Di atas Rp 50 milyar

Seluruh PhKP=PhKPnonFas

PhKP x 28%

 

Contoh 1:

Peredaran bruto PT Y dalam tahun pajak 2009 sebesar Rp4.500.000.000,- (empat miliar lima ratus juta rupiah) dengan Penghasilan Kena Pajak sebesar Rp500.000.000,- (lima ratus juta rupiah).

Penghitungan pajak yang terutang:

Seluruh Penghasilan Kena Pajak yang diperoleh dari peredaran bruto tersebut dikenai tarif sebesar 50% (lima puluh persen) dari tarif Pajak Penghasilan badan yang berlaku karena jumlah peredaran bruto PT Y tidak melebihi Rp4.800.000.000,- (empat miliar delapan ratus juta rupiah).

Pajak Penghasilan yang terutang:

(50% x 28%) x Rp500.000.000,- = Rp70.000.000,-

Contoh 2:

Peredaran bruto PT X dalam tahun pajak 2009 sebesar Rp30.000.000.000,- (tiga puluh miliar rupiah) dengan Penghasilan Kena Pajak sebesar Rp3.000.000.000,- (tiga miliar rupiah).

Penghitungan Pajak Penghasilan yang terutang:

1. Jumlah Penghasilan Kena Pajak dari bagian peredaran bruto yang memperoleh fasilitas: (Rp4.800.000.000,- : Rp30.000.000.000,-) x Rp3.000.000.000,- = Rp480.000.000,-

2. Jumlah Penghasilan Kena Pajak dari bagian peredaran bruto yang tidak memperoleh fasilitas:

Rp3.000.000.000,- – Rp480.000.000,- = Rp2.520.000.000,-

Pajak Penghasilan yang terutang:

- (50% x 28%) x Rp480.000.000,- = Rp 67.200.000,-

- 28% x Rp2.520.000.000,- = Rp705.600.000,-(+)

Jumlah Pajak Penghasilan yang terutang Rp772.800.000,-

Contoh 3:

Peredaran bruto PT Y dalam tahun pajak 2009 sebesar Rp55.000.000.000,- (lima puluh lima miliar rupiah) dengan Penghasilan Kena Pajak sebesar Rp3.000.000.000,- (tiga milyar rupiah).

Penghitungan pajak yang terutang:

Seluruh Penghasilan Kena Pajak yang diperoleh dari peredaran bruto tersebut tidak mendapatkan pengurangan sebesar 50% karena jumlah peredaran bruto PT Y melebihi Rp50.000.000.000,- (lima puluh milyar rupiah).

Pajak Penghasilan yang terutang:

28% x Rp3.000.000.000,- = Rp840.000.000,-

Ingat! Tidak ada persyaratan khusus apapun maupun juknis apapun untuk menerapkan perhitungan PPh Badan ini. Hanya satu yang diingat, apabila terdaftar sebagai WP Badan dan BUT maka, perhitungan ini otomatis berlaku. Semoga bermanfaat.

sumber : http://www.kajianpajak.com/index.php?option=com_content&view=article&id=153%3Akombinasikan-pasal-17-dan-pasal-31e-uu-pph-untuk-menghitung-pajak-2009&catid=37%3Aartikel-pajak&Itemid=56&lang=en

 
JoomlaWatch 1.2.12 - Joomla Monitor and Live Stats by Matej Koval

 

Article - Konsultan Pajak, Semarang | indonesia tax consulting - Konsultan Pajak, Semarang | indonesia tax consulting Konsultan pajak terdaftar di indonesia :: Berpengalaman menangani aspek perpajakan, system pelaporan pembukuan, BSC TAX AND MANAGEMENT CONSULTANTS kini hadir memberi warna baru sebagai konsultan pajak yang handal dan terpercaya. Dipenuhi tenaga muda dan profesional, BSC TAX AND MANAGEMENT CONSULTANTS siap memberikan pelayanan yang terbaik bagi kebutuhan bisnis anda.      Ditjen Pajak Harus Terpisah dari Kemenkeu      CPO Dikenakan Pajak Pertambahan Nilai      Dua UU perpajakan diuji materi ke MK      Pelayanan Pajak Itu Baik Ya...      Kewajiban Pajak Sebagai Perwujudan Filsafat Nilai     
Joomla Templates and Joomla Extensions by JoomlaVision.Com
  • Peraturan Terbaru

  • Berita