Home Article Bayar pajak? Cukup klik aja!

Kurs Pajak

# Mata Uang Nilai (Rp.) Persen
USD USD 13,770.00 0.01 %
EUR EUR 17,014.85 0.56 %
GBPGBP19,640.12 1.25 %
AUDAUD10,690.29 0.89 %
SGDSGD10,505.06 0.22 %
JPYJPY12,852.50 -0.19 %
KRWKRW12.88 -0.31 %
JPYHKD1,754.09 -0.00 %

* Note: u/ JPY=nilai Rp/100Yen

Nomor SK : Masa Berlaku :

USD  USD 13,770.00 0.01 %       EUR  EUR 17,014.85 0.56 %      GBP  GBP 19,640.12 1.25 %      AUD  AUD 10,690.29 0.89 %      SGD  SGD 10,505.06 0.22 %      JPY  JPY 12,852.50 -0.19 %      KRW  KRW 12.88 -0.31 %     

External Link

BSC Visitors Counter

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterToday3873
mod_vvisit_counterYesterday2171
mod_vvisit_counterThis week13165
mod_vvisit_counterLast week18968
mod_vvisit_counterThis month46890
mod_vvisit_counterLast month153247
mod_vvisit_counterAll days6529401


Designed by:
Bayar pajak? Cukup klik aja! PDF Print E-mail
Written by Admin   
Friday, 12 February 2016 18:18

Burhan berkali-kali melihat jam tangannya. Sudah lebih dari setengah jam dia mengantri membayar pajak di sebuah bank milik pemerintah. Terbayang di benaknya, pekerjaan lainnya yang masih menumpuk di kantornya yang menjerit minta diselesaikan karena jatuh temponya makin dekat. Belum lagi perjalanan dari kantor ke bank yang harus melewati beberapa titik kemacatan lalu lintas. Kegelisahan ini juga dialami oleh Burhan-Burhan yang lain di luar sana.

Tanggal sepuluh  adalah batas akhir pembayaran pajak penghasilan pemotongan dan pemungutan. Celakanya, sebagian besar Wajib Pajak melakukan pembayaran di tanggal tersebut. Wajar saja jika di bank-bank persepsi terdapat antrian yang mengular untuk membayar pajak. Jika sampai terlambat, maka sanksi keterlambatan pembayaran pun siap menghadang.

Kini, Cukup Klik Aja!

Rupanya Direktorat Jenderal Pajak (DJP) memahami kegundahan para Wajib Pajak di atas. Guna memudahkan pembayaran, maka DJP mengeluarkan program layanan anyarnya, yaitu e-billing system.

E-billing system sebenarnya sudah lama diterapkan di bidang perbankan . Satu-persatu, bank-bank terkemuka menerapkan sistem ini untuk memudahkan para nasabahnya melakukan transaksi perbankan non kas. Sejalan dengan perkembangan tersebut, adalah wajib hukumnya bagi DJP untuk menyamakan langkahnya dengan mereka karena DJP juga sudah lama bekerjasama dengan mereka untuk menerima pembayaran pajak secara real-time. Layanan ini bisa dinikmati oleh para Wajib Pajaknya yang sudah memiliki fasilitas internet di kantor maupun mobile phone.

Untuk mendapatkan layanan ini, caranya sangat mudah. Wajib Pajak cukup daftar di www.sse.pajak.go.id. Cukup dengan klik tombol “Daftar Baru”, Wajib Pajak sudah bisa mendapatkan akun baru. Tentunya dengan terlebih dahulu memasukkan Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP), alamat, e-mail, dan user ID. Jika data tersebut sudah diyakinikebenarannya, maka lakukan penyimpanan dengan klik tombol “OK”. Akan muncul di layar berupa notifikasi bahwa data Wajib Pajak berhasil disimpan.

Langkah selanjutnya adalah mengecek e-mail masuk untuk melakukan aktivasi akun yang baru didaftarkan tersebut. Ikuti saja petunjuk selanjutnya, setelah itu akanada e-mail balasan yang menyebutkan bahwa Wajib Pajak sudah terdaftar di e-billing system database. Berikutnya Wajib Pajak sudah dapat memanfaatkan layanan ini. Sudah selesai. Mudah sekali, bukan?

Bagaimana cara memanfaatkan layanan e-billing system?

Jika sudah memiliki akun, langkah selanjutnya adalah lakukan login dengan menggunakan user ID dan PIN, yang dikirim  kee-mail. Begitu login berhasil dilakukan, isilah semua data yang diminta, lalu klik “Simpan” dan “OK”. Layarpunakan berganti, selanjutnya klik “Terbitkan Kode Billing” jika data yang diisi sudah sesuai. Kode billing yang muncul kemudian disimpan dalam format .pdf dan dapat dicetak.

Dengan kode billing tersebut, Wajib Pajak dapat membayar di Kantor Pos dan bank persepsi, yaitu melalui ATM dan internet banking. Untuk permulaan, kode billing baru bisa digunakan di Bank Mandiri. Namun tidak menutup kemungkinan, bank-bank persepsi lain akan menyusul.

Setelah membayar, Wajib Pajak akanmenerima Bukti Penerimaan Negara (BPN). Transaksi teller masih bisa dilakukan, dan untuk transaksi tersebut Wajib Pajak akan menerima Dokumen BPN. Untuk transaksi dengan ATM, bukti penerimaan adalah struk ATM itu sendiri, sedangkan untuk transaksi dengan internet banking, bukti penerimaan adalah dalam format elektronik yang dapat dicetak.

Bayar pajak? Cukup klik aja!

*) Tulisan ini merupakan pendapat pribadi penulis dan bukan cerminan sikap instansi dimana penulis bekerja

Oleh Kurniastuti Ikasari Utami Dewi, Pegawai Direktorat Jenderal Pajak

 

Add comment


Security code
Refresh

JoomlaWatch 1.2.12 - Joomla Monitor and Live Stats by Matej KovalArticle - Konsultan Pajak Semarang - Konsultan Pajak Semarang Konsultan pajak terdaftar di indonesia :: BSC TAX AND MANAGEMENT CONSULTANTS kini hadir memberi warna baru sebagai konsultan pajak yang handal dan terpercaya. Dipenuhi tenaga muda dan profesional, BSC TAX AND MANAGEMENT CONSULTANTS siap memberikan pelayanan yang terbaik bagi kebutuhan bisnis anda.      Tata Cara Penggunaan E-Faktur      Tarif Pajak : Pengertian, Dan Jenis Beserta Contohnya Secara Lengkap      E-Nofa Kemudahan Meminta Nomor Seri Faktur Pajak secara online      Panduan Cara Menggunakan Mengisi Aplikasi E-Faktur Ditjen Pajak      Zakat dan Pajak Dalam Islam